Tampilkan postingan dengan label bank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bank. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2016

Pinjaman Dana

Berbagi Cerita tentang pengalaman yang pasti kita semua banyak yang mengalaminya. terutama untuk Karyawan, wirausahawan baik para pengusaha kecil, menengah dan bahkan pengusaha besar atau mungkin semua masyarakat Indonesia.

Pengalaman pribadi yang lumayan riweuh (bahasa sunda) bagi saya tentunya yang menjalaninya, 6 tahun lalu saya adalah karyawan sebuah perusahaan swasta dengan gajinya hanya cukup buat makan dan keluarga, (tapi tetap bersyukur...insyaAllah) dan pada waktu itu belum punya keinginan atau target financial yang lebih (kata orang - Belajar Menjadi Orang Tua). berjalan apa adanya bagaikan air mengalir.

Satu tahun kemudian ada saudara yang minta tolong pinjam dana untuk membuka usaha sendiri. waduhhh jangan kan modal besar tabungan pun hanya cukup buat satu bulan hidup...kasian yaa hehe. keputusan akhir adalah  pinjam sertifikat rumah, ya sudah kita (saya dan istri) kasih dengan alasan karena saudara kita percaya dong... dan bonusnya lagi pengajuan dana ke bank untuk saudara itu atas nama saya sendiri, sertifikat atas nama sendiri, jaminan kerja tempat kerja saya sendiri, pengajuan dana pun cuma 30% dari harga rumah yang dijaminkan, jelas lah di approve,
dua minggu kemudian atau 14 hari kerja cair lah itu Dana, (tentunya ada proses pencairan dan persetujuan jaminan, notaris dan lain-lain). dan lama angsuran 36 bulan atau 3 tahun.

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan lancar tapi di bulan ke lima dan keenam collector sering datang ke rumah, mulai panas deh suasana.... dan kemudian setelah di discus kan dengan saudara suasana tentram kembali...berarti angsuran berjalan lagi...ya syukur lah.

Kurang lebih dua tahun kemudian saya berniat ambil rumah baru di perumahan baru karena tertarik dengan design rumah nya, lokasinya dan harganya menengah kebawah sekaligus investasi, itu pun dengan cara kredit, (kata guru saya itu nabung paksa). Suatu hari dengan semangat saya datang ke developernya untuk booking, dan setelah proses booking selesai tunggu proses approval dari Bank setelah itu baru bayar Down Payment, ditunggu sudah tiga minggu tidak ada kabar dan setelah di confirm ternyata saya Black List Bank Indonesia, terkait tunggakan rumah. Kaget, Dongkol, Kesel tiga rasa menjadi satu, tidak pikir panjang pada saat itu juga saya confirm ke saudara yang pinjam sertifikat dan ternyata sudah lama belum terbayar. mau ngomong ngomong apa ? mau berbuat apa lagi... harus nerima keadaan,

Beberapa bulan kemudian saya coba-coba mengajukan kredit mobil, tapi sama hasil nya tidak di setujui olah Bank dengan alasan BlackList juga, sampai coba mengajukan kredit elektronika yang murah pun tidak bisa,

Pelajaran buat teman-teman atau sobat semua berhati-hatilah dengan perkreditan, kalau sudah BlackList BI susah untuk berkembang, terkecuali kalian Tajir bisa beli ini itu dengan Tunai,

Berjalan waktu sampai lima tahun akhirnya nama saya sudah tidak BlackList, dan saya bisa ngutang kesana -sini. Maksudnya Kredit untuk Investasi.

Senin, 29 Juni 2015

Resolusi Lebaranku

Dalam rangka menambah referensi cerita lebaran di negeri ini saya sedikit berbagi cerita, barangkali bermanfaat bagi para perintis usaha kecil menegah seperti saya.

Diprediksi dan telah memasuki suasana lebaran tahun ini ternyata lebih sulit dari pada tahun-tahun sebelumnya bagi masyarakat umumnya dan bagi para pengusaha kecil dan menengah, karyawan atau wiraswasta dan diperlukan adanya resolusi keuangan. mugkin bagi sebagian bidang usaha yang lain tidak berlaku bahkan menjadi peningkatan omset kesempatan grow up.

saya sebagai wiraswastawan atau usaha kecil-kecilan sangat cukup repot setiap menghadapi lebaran. saya  mengambil pengalaman dari beberapa tahun sebelumnya karena pada momen ini pengeluaran dana lebih dari empat kali lipat dari bulan-bulan biasa. misalnya :

1. Dana untuk sandang keluarga (ya bisa dibilang wajib karena budaya kita dan dengan berbagai alasan bahwa lebaran berarti pakaian baru, padahal sebenarnya dan sunahnya tidak harus)
2. Dana untuk pangan sekunder (kue-kue, makanan dan minuman khas lebaran dan sebagainya)
3. Dana untuk THR (meskipun jumlah karyawan bisa di hitung dengan jari, hehe...)
4. Dana untuk kendaran (beli atau kredit kendaraan baru atau perbaikan/persiapan kendaraan buat mudik)
5. Dana tidak terduga, kirim-kirim parsel, liburan dan cadangan dana selama liburan lebaran.

Dalam budaya Jawa hal di atas atau mendata pengeluaran adalah ciri orang pelit karena selalu menghitung pengeluaran dana, meskipun untuk berbagi atau sedekah, bahkan ada sebutan nya bagi orang-orang seperti ini yaitu "itungan" pasti anda pernah dengar kalimat "Dia mah orangnya itungan" tetapi kalau pengusaha atau perusahaan kan Beda, sekecil apapun dana harus ada bukti pengeluaran, anggarannya berapa?, digunakan untuk apa?, dananya darimana? betul ga?

Yang jelas semua agenda diatas membutuhkan dana yang cukup lumayan banyak kalau menurut saya, kalau tidak diplaning dan dibudgetkan akan dan pasti berdampak buruk bagi finansial pribadi. mungkin ada juga bagi sebagian yang lain atau sobat-sobat pembaca ada yang memanfaatkan Kartu Kredit, Pinjaman Dana, Kredit Tanpa Agunan KTA dan lain sebagainya untuk memenuhi kebutuhan lebaran. tapi Bagaimana Produk di cermati bisa membantu kita dalam melakukan resolusi lebaran,





Jadi pengaturan keuangan menjelang lebaran harus benar-banar di planing, jangan sampai jadi boomerang, pengalaman saya dari tahun sebelumnya adalah minus, sampai uang modal usaha pun terpakai. sedangkan income menurun bahkan nol (bagi sebagian line usaha). kondisi seperti ini sudah menjadi rahasia umum maksudnya kondisi keuangan pribadi atau keluarga yang seharusnya orang lain tidak perlu tahu tetapi banyak orang mengalami hal yang sama dan setiap tahun terulang kembali. dan kondisi seperti ini diperlukan sebuah resolusi. mungkin lebih enak di sebut resolusi lebaran.

Resolusi Lebaranku Dalam mencermati lebaran tahun ini saya persiapkan minimal tiga bulan sebelum bulan puasa, idealnya sebelas bulan sebelum puasa yaitu dengan cara menabung. dengan tabungan inilah alhamdulillah beberapa perencanaan sudah sesuai dan berjalan. diantaranya :

a. Pembelian Pakaian untuk Lebaran keluarga dilaksanakan sebelum puasa maksimal 2 hari sebelum puasa dan itu sudah ok, kenapa diplaning sebelum puasa ?, supaya pada saat bulan puasa bisa fokus ibadah dan  kalau belanja pakaian di bulan puasa banyak mudhorot nya, seperti
  • - tempat belanja penuh sehingga berdesak-desakan
  • - lebih terasa cape dan haus
  • - model pakaian kehabisan atau stock lama
  • - harga-harga lebih mahal
  • - tergesa-gesa pengen cepat pulang
b. Pembagian Tunjangan Hari Raya lebih awal (sesuai rencana) pada awal ramadhan. karyawan lebih senang kalau THR dibagikan lebih awal, karena :
  • - Karyawan sendiri bisa mengatur keuangan (katanya)
  • - Mengurangi padatnya jadual atau pekerjaan mendekati hari lebaran
c. Pembelian pengadaan makanan dan minuman khas lebaran sudah di anggarkan,
d. Pembelian Kendaran baru atau kredit kendaraan baru untuk tahun ini tidak direncakan karena kendaran yang sudah ada masih bisa mengcover semua kegiatan, alasannya kendaran masih layak pakai dan siap luar kota, adapun kemungkinan yang membutuhkan dana pada saat tune up dan atau kaki-kaki yang perlu diganti.

Resolusi seperti ini sebetulnya sudah terpikirkan beberapa tahun sebelumnya akan tetapi kalau diterapkan pada programnya baru lebaran tahun ini, mungkin ada yang bilang terlambat tapi seperti pepatah bilang lebih baik terlambat dari pada tidak pernah sama sekali.